Tuesday, July 5, 2011

10 Tips Cara Menghemat Listrik PLN

(sumber: organisasi.org)

Menghemat listrik adalah suatu kegiatan yang dapat membuat konsumsi energi listrik menjadi berkurang dengan berbagai cara. Selain listrik, kita perlu juga berhemat air yang kita dapat dengan cara membayar (PAM) maupun yang kita raih dengan cara gratis (sumur bor).
Dampak dari pemborosan energi listrik, air dan sumber daya lainnya umumnya bersifat negatif serta akan memberikan kerugian bagi kita semua di masa yang akan datang. Listrik yang terbatas sebagian dibangkitkan dari PLTU atau pembangkit listrik tenaga uap dan pembangkit listrik lainnya yang menimbulkan polusi bagi lingkungan hidup.
Air bawah tanah yang secara beramai-ramai dan tidak terkendali kita sedot dapat habis. Menurunnya debit air tanah mampu mempercepat intrusi air laut ke darat serta dapat menurunkan atau merembeskan tanah ke bawah sehingga lama kelamaan akan tenggelam oleh air laut.
Melihat dari dampak yang ditimbulkan dari penggunaan listrik dan air yang berlebih, maka ada baiknya kita melakukan beberapa hal di bawah ini untuk membantu menjaga kelestarian alam dari kerusakan yang serius.

Tips Cara Menghemat Listrik PLN

1. Matikan lampu jika kita tidak menggunakannya.
2. Gunakan lampu hemat energi yang terang (bukan bohlam lampu pijar)
3. Cabut steker listrik barang elektronik yang tidak kita gunakan. Bisa juga menggunakan stop kontak untuk mematikannya.
4. Gunakan alat penghemat listrik yang bagus.
5. Matikan lampu, tv, radio, dll saat tidur.
6. Pilih barang elektronik yang hemat listrik.
7. Ajari anak dan keluarga untuk hemat energi listrik.
8. Cabut charger ponsel saat indikator energi hp sudah penuh.
9. Gunakan energi gas lpg untuk memasak.
10. Gunakan energi matahari untuk memanaskan air, dll.
Semoga tagihan listrik anda berkurang di bulan berikutnya…

hari ini

Kerja.. rutinitas.. membosankan..

Tiap hari kita.. atau lebih tepatnya saya selalu menemui 3 hal tersebut.. menurut ilmu dari QCC kita harus menggunakan 5 W 1 H untum memecahkan masalah ini.. ( paradigma PROBLEM SOLVING). untuk melihat hal ini saya kira kita sudah hafal benar.. karena selama kita belajar ilmu managemen selalu paradihgma ini yang di gunakan.. kalo gak ngarti .. training dulu dong.. banyak tuh.. lembaga training :)

saya kira  pola pikir  paradigma problem solving kurang tepat karena masalah udah terjadi kenapa kita harus menyalahkan atau mencari penyebabnya.. implikasi dari kita mencari penyebab adalah kita menyalahkan orang atau bagian yang menyebabkan problem.. sehingga orang atau bagian tersebut akan menjadi "kecil" dan minder. Implikasi dari hal ini adalah orang tersebut akan terlalu hati-hati dengan menjalankan SOP-nya. dan enggan untuk improvisasi karena takut akan di salahkan. sehingga etos kerja kita jadi turun. (kata seorang kawan "iku lak jaremu...)
Dengan  pola pikir ini pula pekerjaan akan menjadi rutinitas dan rutinitas ini menjadi hal membosankan. ini bisa terjadi karena  ketika kita sudah melakukan pekerjaan yang sama dalam beberapa saat.. maka kita akan "merasa" mahir dan karena hal itu kita menjadi teledor.. ......... sehingga.. sehingga.. kita tahu sendiri selanjutnya yang akan terjadi..

(semoga bersambung)






yuk